Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Mengenai Pencegahan Skabies pada Anak
Abstract
Skabies merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD) yang disebabkan oleh infeksi Sarcoptes scabiei. Scabies biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit yang dekat (misalnya tinggal di tempat tinggal yang sama) dengan individu yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi karena berkontak dengan barang-barang pribadi (misalnya pakaian dan seprai) sehingga kebersihan pribadi atau personal hygiene yang buruk menjadi pemicu penularan skabies. Frekuensi penyakit kulit lebih besar pada masyarakat dengan tingkat ekonomi yang cenderung rendah dan bertempat tinggal ditempat yang padat penduduk yang berpeluang untuk kontak kulit ke kulit lebih mudah dan sering. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian teradap masyarakat yang memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar mengenai skabies. Upaya edukatif dilakukan di Puskesmas Rumah Tiga dengan terget peserta semua pengunjung yang hadir. Antusiasme dari partisipan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap skabies. Kegiatan promotif melalui sosialisasi dibutuhkan secara kontinu dan meluas dibutuhkan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai skabies sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.
References
2. Listiansyah R, Prakoeswa FRS. Clinical management of scabies with secondary infection: a case report. J Kedokt Syiah Kuala. 2024;24(1):1–6.
3. Schneider S, Wu J, Tizek L, Ziehfreund S, Zink A. Prevalence of scabies worldwide—An updated systematic literature review in 2022. J Eur Acad Dermatology Venereol. 2023;37(9):1749–57.
4. Reqgi First Trasia. Scabies: Treatment, Complication, and Prognosis. Cermin Dunia Kedokt. 2021;48(12):704–7.
5. Sukmawati Tansil Tan, Yohanes Firmansyah, Alicia Sarijuwita, Joshua Kurniawan, William Gilbert Setyanegara. Counseling On Prevention Of Scabies Transmission, Scabies Screening And Secondary Infection Through Gram Examination And Comprehensive Scabies Treatment. Kreat J Pengabdi Masy Nusant. 2023;3(2):54–65.
6. Lopes MJ, Da Silva ET, Ca J, Gonçalves A, Rodrigues A, Mandjuba C, et al. Perceptions, attitudes and practices towards scabies in communities on the Bijagós Islands, Guinea-Bissau. Trans R Soc Trop Med Hyg. 2020;114(1):49–56.
7. Tarnoto KW. Stigma Skabies pada Santri: Studi Fenomenologi Koko. J Ekon Islam. 2023;VIII(I):1–19.
8. El-Moamly AA. Scabies as a part of the World Health Organization roadmap for neglected tropical diseases 2021–2030: what we know and what we need to do for global control. Trop Med Health. 2021;49(1):8.
9. Ararsa G, Merdassa E, Shibiru T, Etafa W. Prevalence of scabies and associated factors among children aged 5–14 years in Meta Robi District, Ethiopia. PLoS One [Internet]. 2023;18(January):1–14. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0277912
10. Stephanie AS, Aurelia Stephanie. Scabies in the Elderly: A Narrative Literature Review. Biosci Med J Biomed Transl Res. 2022;6(11):2377–83.
11. Mahendra AI, Primiputri A, Dwiprawira RA. Penatalaksanaan Skabies Secara Holistik Pada Anak Balita Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. J Penelit Perawat Prof. 2023;5(1):1–14.
12. Nadia Karimah, Noviana Zara. Tatalaksana Pasien Skabies Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Management Efforts For Scabies Patients With Family Medicine Approach. DIAGNOSA J Ilmu Kesehat dan Keperawatan. 2024;2(1):08–13.
13. Wahyuni H, Zara N, Syafridah A, Zahara CI, Namira I. Upaya Pengelolaan Skabies dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga pada Anak Usia 9 Tahun. Galen J Kedokt dan Kesehat Mhs Malikussaleh. 2023;2(3):48.


.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)