ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata Merr.) OLEH MASYARAKAT DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN

Sylvana Sylvana, Ai Nurlaila, Deni Deni

Abstract


Tundagan Village is an area known as a producer of productive and high-quality brown sugar or palm sugar. Palm sugar is increasingly popular and in demand by the public along with public awareness to consume low-calorie foods. That is, palm sugar is actually in demand because of changing consumption patterns and awareness of natural ingredients that are better for the body. The high demand for palm sugar like this has made the people of Tundagan Village able to increase their economy through non-timber forest products (HHBK) the aren plant type. The problem with the potential and utilization of sugar palm (Arenga pinnata Merr.) is the lack of information about the production of sugar palm and the limitations of the types of production from the sugar palm plant. The purpose of this study was to determine the potential and utilization of sugar palm (Arenga pinnata Merr.) in Tundagan Village, Hantara District, Kuningan Regency. The method used in this study is research with observation, interviews, and questionnaires. The results of the identification of potential sugar palm plants in Tundagan Village showed that 34.1% of the unproductive plants, 17.5% were almost productive, 29.5% productive plants and 18.8% were not productive. The use of sugar palm plants by the people of Tundagan Village is still limited to sap, kolang kaling and palm fiber water. The community uses the sap water for the manufacture of printed sugar which will be commercialized later. Meanwhile, by-products such as kolang kaling and palm fiber are generally used by the community themselves, but are sometimes sold at certain times or seasons to support the economy.

Desa Tundagan merupakan suatu daerah yang dikenal sebagai penghasil gula merah atau gula aren yang produktif serta memiliki kualitas tinggi. Gula aren semakin popular dan diminati masyarakat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan rendah kalori, Artinya, gula aren justru diminati karena pola konsumsi yang berubah dan kesadaran akan bahan-bahan alami yang lebih baik bagi tubuh. Tingginya permintaan gula aren seperti ini membuat masyarakat Desa Tundagan bisa meningkatkan perekonomiannya melalui Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) jenis tanaman aren. Permasalahan potensi dan pemanfaatan tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) adalah minimnya informasi mengenai hasil produksi tanaman aren serta keterbatasan jenis produksi dari tanaman aren tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi serta pemanfaatan tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil identifikasi potensi tanaman aren di Desa Tundagan menunjukan bahwa tanaman yang belum produktif sejumlah 34,1%, hampir produktif 17,5%, tanaman yang produktif 29,5% dan yang tidak produktif itu di angka 18,8%. Pemanfaatan tanaman aren oleh masyarakat Desa Tundagan masih sebatas air nira, kolang kaling dan ijuk. Masyarakat memanfaatkan air nira untuk pembuatan gula cetak yang nantinya dikomersilkan. Sedangkan hasil ikutan seperti kolang kaling dan ijuk secara umum dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat, namun terkadang dijual pada waktu atau musim tertentu untuk menunjang perekonomian


Full Text:

PDF

References


Afri A.S., 1993. Kelapa. (Kajian Sosial-Ekonomi). Aditya Media, Yogyakarta.

Barlina, R. dan A. Lay, 1994. Pengolahan nira kelapa untuk produk fermentasi nata de coco, alkohol dan asam cuka. Jurnal Penelitian Kelapa Vol.7 No.2 Thn.1994. Balai Penelitian Kelapa, Manado.

Fatimah, S. 2020. Produktifitas Nira berdasarkan Morfologi Tumbuhan Aren (Arenga pinatta Merr) di Desa Pastap Julu Balai Taman Nasional Batang Gadis. Skripsi. Fakultas Kehutanan. Universitas Sumatera Utara.

Heyne, K., 1950. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid I. Terjemahan oleh Badan Litbang Kehutanan, Jakarta. Hal. 615.

Ismanto, A. et al. 1995. Pohon Kehidupan : Aren (Arenga pinnata Merr.). Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti dan Prosea Indonesia, Jakarta. Hal.7-13.

Lempang, M., 2000. Rendemen produksi gula aren (Arenga pinnata Merr.). Buletin Penelitian Kehutanan Vol.6 No.1 Tahun 2000 hal. 17-28. Balai Penelitian Kehutanan, Ujung Pandang.

Lempang, Mody. 2012. Pohon Aren dan Manfaat Produksinya. Makassar: Balai Penelitian Kehutanan Makassar. Vol. 9 No. 1 Oktober 2012.

Lutony, T.L., 1993. Tanaman Sumber Pemanis. P.T Penebar Swadaya, Jakarta.

Mahendra AD. 2014. Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah, Jenis Kelamin, Usia dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja (Studi di Industri Kecil Tempe di Kota Semarang). [skripsi]. Universitas Diponegoro : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Mahmud, Z., D. Allorerung, dan Amrizal, 1991. Prospek Tanaman Kelapa, Aren, Lontar, dan Gewang untuk Menghasilkan Gula. Buletin Balitka No. 14 Tahun 1991, hal. 90-105. Balai Penelitian Tanaman Kelapa, Manado.

Mariati, R. 2013. Potensi Produksi dan Prospek PengembanganTanaman Aren ( Arenga Pinnata MERR) di Kalimantan Timur. Staf Pengajar Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda, Indonesia.

Permentan. 2014. Pedoman Budidaya Aren (Arengapinnata Merr) yang Baik. Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 133/ Permentan/ OT.140/ 12/ 20134.12011 Tentang Pedoman Budidaya Aren (Arengapinnata Merr) yang Baik. Menteri Pertanian Repoblik Indonesia. Jakarta).

Rumokoi, M.M.M. 1990. Manfaat tanaman aren (Arenga pinnata Merr). Buletin Balitka No. 10 Thn 1990 hal : 21-28. Balai Penelitian Kelapa, Manado.

Samun S., Rukmana D. & Syam S. 2011. Partisipasi Petani dalam Penerapan Teknologi Pertanian Organik pada Tanaman Stroberi di Kabupaten Bantaeng. Hal.1–12.

Sapari, A., 1994. Teknik Pembuatan Gula Aren. Karya Anda, Surabaya.

Sebayang, L. 2016. Keragaan Eksisting Tumbuhan Aren (Arenga pinnata Merr.) di Sumatera Utara (Peluang dan Potensi Pengembangannya). Jurnal Pertanian Tropik, Vol. 3, No. 2.

Soeseno, S. 1992. Bertanam Aren. P.T. Penebar Swadaya, Jakarta.

Suhesti, E & Hadinoto. 2015. Hasil Hutan Bukan Kayu Madu Salang di Kabupaten Kampar (Studi Kasus : Kecamatan Kampar Kiri Tengah). Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Riau. P:16-26

Sunanto, H., 1993. Aren (Budidaya dan Multigunanya). Kanisius, Yogyakarta.

Sunar. 2012. Pengaruh Faktor Biografis (Usia, Masa Kerja, dan Gender) terhadap Produktivitas Karyawan (Studi Kasus PT Bank X). Forum Ilmiah, 9(1): 167–177.

Syarifah Majnah Ruslan , Baharuddin , Ira Taskirawat. 2018. Potensi Dan Pemanfaatan Tanaman Aren (Arenga Pinnata) Dengan Pola Agroforestri Di Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Vol. 14 No. 1: 24-27.

Torar, D.J. dan J.G. Kindangen.1990. Pendapatan Petani Arak Aren (Kasus Desa Rumoong Atas, Sulawesi Utara).Buletin Balitka 10: 29-33. Balai Penelitian Kelapa. Manado.

Thamrin M., Herman S. & Hanafi F. 2012. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Petani Pinang. Agrium, 17 (2): 134-144.

Widyawati, N., Tohari, P., Yudono dan I. Soemardi. 2009. Permeabilitas dan Perkecambahan Benih Enau (Arenga pinnata (Wurmb Merr.). Jurnal Agronomi Indonesia 37(2): 152-158.




DOI: https://doi.org/10.25134/jfe.v5i2.9043

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Journal of Forestry And Environment