UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA GUNUNGSARI, KABUPATEN CIAMIS

Ruhana Afifi

Abstract


Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus that is transmitted from person to person through the bite of the Aedes aegypti. DHF cases in Ciamis district showed a significant increase year by year. The contributing factors are a lack of public understanding of the symptoms of dengue and how to deal with it. The location of the settlement of the people of Gunungsari Village, Sadananya Subdistrict, Ciamis Regency is surrounded by many gardens, this allows a large number of mosquito nests. In addition, there is still a lack of public awareness in maintaining environmental cleanliness, which has a high potential for dengue infection. Efforts are needed to improve people's understanding of DHF. One method that can be done to solve this problem is socialization through extension activities. In the village hall, counseling about DHF and the distribution of larvacida were carried out free of charge, with target audiences of PKK cadres from each hamlet. The counseling was attended by 32 participants. This counseling aims to increase public understanding of dengue disease and how to overcome it, and increase public awareness to participate in eradicating mosquito breeding grounds with the 3M Plus method. Counseling can be carried out well and smoothly according to the plan set. The participation, positive response and enthusiasm of the PKK cadres at the outreach reflected the desire to understand the ways to control DHF and were expected to disseminate information obtained to other communities in their respective hamlets.

Keywords: awareness, community, Gunungsari, prevention, DHF

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD di kabupaten Ciamis menunjukan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gejala-gejala penyakit DBD serta cara penanggulangannya. Lokasi pemukiman masyarakat Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dikelilingi banyak kebun, hal ini memungkinkan banyaknya sarang nyamuk. Selain itu masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menyebabkan berpotensi tinggi untuk terjangkitnya penyakit DBD. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan. Bertempat di aula desa dilaksanakan penyuluhan tentang penyakit DBD dan pembagian larvasida secara gratis, dengan khalayak sasaran ibu-ibu kader PKK dari tiap dusun. Pelaksanaan penyuluhan dihadiri oleh 32 orang peserta. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD dan cara penanggulangannya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus. Penyuluhan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Peran serta, respon positif dan antusiasme ibu-ibu kader PKK pada pelaksanaan penyuluhan mencerminkan keinginan untuk memahami cara pengendalian DBD dan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat lainnya di lingkungan dusun masing-masing.

Kata Kunci : kesadaran, masyarakat, Gunungsari, penanggulangan, DBD


Full Text:

PDF

References


Arsunan, A.A dan Ibrahim, E. 2014. Analysis Relationship and Mapping of the Environmental Factors with the Existence of Mosquito Larva Aedes aegyptiin the Endemic Area of Dengue Fever, Makassar, Indonesia. International Journal of Current Research And Academic Review, Vol 22 (11).1-9.

Balitbangkes. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2015. http://www.depkes.go.id/ Diakses tanggal 12 Februari 2016.

Dewi, N.P dan Azam, M. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik PSN-DBD Keluarga di Kelurahan Mulyoharjo. Public Health Perspective Journal. Vol 2 (1). 80-88.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. (2016). Laporan Kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Ciamis. (Tidak Diterbitkan).

Hendri, J. et.al. 2015. Distribusi dan Kepadatan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Ketinggian Tempat di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan. Vol 14 (1).17-28.

Ipa, M dan Laksono, A.D. 2014. Analisis Potensi Promosi Pengendalian Demam Berdarah Dengue Melalui Youtube. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol 17 (1).

Pemerintahan Desa Gunungsari. (2016). Profil Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. (Tidak Diterbitkan).

Ridha, M.R et.al. 2013. Hubungan Kondisi Lingkungan dan Kontainer dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang. Vol 4 (23).133-137.

WHO (2009). Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control (PDF). Geneva: World Health Organization. ISBN 9241547871




DOI: https://doi.org/10.25134/empowerment.v1i02.1574

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



EMPOWERMENT : Jurnal Pengabdian Masyarakat

ISSN 2598-2052 (online)

Organized by Faculty of Law, Universitas Kuningan, Indonesia.

Website  : https://journal.uniku.ac.id/index.php/empowerment/index

Email     : empowerment@uniku.ac.id

Address : Jalan Cut Nyak Dhien No.36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.

 

 EMPOWERMENT is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0