Analisis Kemampuan Komunikasi Ilmiah Peserta Didik Pada Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja Berbasis Riset Terintegrasi Keterampilan Proses Sains

Ilah Nurlaelah, Ari Widodo, Sri Redjeki, Taufik Rahman

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan menganalisis profil awal tentang kemampuan komunikasi ilmiah peserta didik. Hasil penelitian ini digunakan untuk merancang program dalam mengembangkan model komunikasi ilmiah dalam Kegiatan KIR terintegrasi pembelajaran berbasis riset. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksploratif menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan tes Kemampuan Komunikasi Ilmiah (Tes KKI) dengan indikator kemampuan komunikasi ilmiah meliputi: 1) kemampuan membuat grafik/tabel; 2) kemampuan mendeskripsikan tabel/ gambar/diagram dalam bentuk informasi verbal; 3) kemampuan menginterpretasi; dan 4) kemampuan membuat kesimpulan berdasar data yang tersaji. Data hasil tes kemampuan komunikasi ilmiah dianalisis secara deskriptif yang dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu: 1) dapat menjawab dengan lengkap dan disertai penjelasan logis; 2) dapat menjawab tetapi tidak lengkap (tanpa disertai penjelasan logis); 3) tidak menjawab dan tidak ada penjelasan logis. Sejumlah peserta didik anggota KIR Sekolah Menengah Atas di kabupaten Kuningan terlibat dalam penelitian ini dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi ilmiah masih berada dalam kategori kurang, persentase KKI pada masing-masing indikator masih berada pada angka dibawah 50%.


Keywords


kemampuan komunikasi ilmiah, kegiatan KIR berbasis riset, KPS

Full Text:

PDF

References


Belma T, Yasemin S, & Aysun U. (2010). Preservice reachers performances at mathematical modeling process and views on mathematical modelling. Procedia-social and behavioral sciences 2 (4622-4628).

Chiappetta, E.L., and Thomas R.K.Jr., (2010). Science Instruction in The Middle and Secondary Schools: Developing Fundamental Knpwledge and Skills 7th ed. Pearson Education Inc:Boston.

Cresswell, J.W. (2007). Educational Research: Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative And Qualitative Research Fourth Edition. Pearson. United States of America.

Dahar, R.W. 1998. Teori-teori belajar. Erlangga. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen, Jakarta: Depdiknas.

Devi N.D.C, E. Susanti dan N.Y Indriyanti, (2018). Analisis Kemampuan Argumentasi Siswa Sma Pada Materi Larutan Penyangga. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol.3(3) 2018.

Didem K, Nazan & Meltem S. (2012). A study of pre-service teacher graphing skills. Procedia- social and behavioral sciences 46 (2937-2941).

Hidayati (2011). Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (Kir) Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Sikap Ilmiah Siswa Man Brebes 1. FPMIPA UNS. Tidak diterbitkan.

Hulya Yesil. (2010). The relationship between candidate teachers communication skills and their attitudes towards teaching profession. Procedia- social and behavioral sciences 9 (919-922).

Jimez -Aleixandre, M. P., & Erduran, S. (2008). Argumentation in science education: An overview. In S. Erduran & M. P. Jimenez-Aleixandre (Eds.), Argumentation in science education: Perspectives from classroom-based research (pp. 3-28). Dordrecht, Netherlands:Springer

Meltem S, Nazan S., & Ali B. (2012). Investigating students abilities related to graphing skills. Procedia-social and behavioral sciences 46 (2942-2946).

Nazan S, Meltem S, & Ali B. (2012). An investigation of preservice physics teachers use of graphical representations. Procedia-Social and Behavioral Sciences 46 (3006-3010)

Nurlaelah I. (2003). Diagnosis Kesulitan siswa dalam memahami Gambar dan Bagan pada materi Ekosistem. Pendiidkan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Skripsi. Tidak Dipublikasikan.

Nworgu, L.N. & Otum, V.V. (2013). Effect of Guided with Analogy Instructional Strategy on Student Acquisition of Science Process Skills. Journal of Education and Practice, 27 (4), p. 35 40.

Probosari R.M, Murni Ramli, Harlita, Meti I, dan Sajidan (2016). Profil Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS pada Mata Kuliah Anatomi Tumbuhan. Bioedukasi Vol 9(1) hal 29-33.

Rustaman, N. 2005. Pengembangan Butir Soal Keterampilan Proses Sains. FPMIPA. UPI. http://onengdalilah.blogspot.com/2009/02

------------. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Sudarmo N.A, A.D. Lesmono dan A. Harijanto. (2018). Analisis Kemampuan Berargumentasi Ilmiah Siswa Sma Pada Konsep Termodinamika. Jurnal Pembelajaran Fisika Vol. 7(2) tahun 2018 hal 196-201.

Susilowarno RG. 2003. Kelompok Ilmiah Remaja (Petunjuk Membimbing dan Meneliti Bagi Remaja). Jakarta: Grasindo

Tuba D & Sedat Ucar. (2012). The effect of argument-driven inquiry (ADI) on pre-service science teacher attitudes and argumentation skills. Prrocedia-social and behavioral sciences 46 (5035-5039).

Yin, R.K (2003). Case Study Research Design and Methods Fourth Edition (Applied social research methods v. 5). SAGE Ltd. United States of America.




DOI: https://doi.org/10.25134/quagga.v12i2.2899

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats

QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi

Organized by the Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, the University of Kuningan
ISSN 1907-3089 (print), ISSN 2615-5869 (online)
Alamat : Jalan Cut Nyak Dhien No.36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.
Telepon : 0232-873696, 0232-878702
Website : https://journal.uniku.ac.id/index.php/quagga
Email : quagga.prodibio@uniku.ac.id

Creative Commons License

QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License