Analisis Pola Perilaku Buaya Muara (Crocodylus porosus) Di Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi

Rina Hidayati Pratiwi, Yosy Ezha Ramadhanty, Dwi Aprillia Setia Asih

Abstract


Tiap perilaku buaya dipengaruhi oleh faktor kenyamanan habitat yang merupakan tempat buaya berinteraksi dengan lingkunnganya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pola perilaku buaya muara (Crocodylus porosus) yang terdapat di Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis pola perilaku adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil
observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa persentase frekuensi yang terjadi selama penelitian dari keempat individu buaya muara adalah pola perilaku bergerak (30,94%), pola perilaku berjemur/istirahat (28,68%), pola perilaku sosial (24,59%), pola perilaku makan (15,77%) dan pola perilaku terendah adalah pola perilaku kawin (0%).

 

Crocodile’s behavior was influenced by the convenience factor of the habitat where the crocodile interacts with it environment. The purpose of this study was analyze the behavior patterns of the estuarine crocodile (Crocodylus porosus) found in the Indonesian Crocodile Park Jaya Bekasi. The research method used to analyze behavioral patterns is a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Based on the results of observations and interviews, it can be concluded that the percentage of frequencies that occurred during the study of four estuarine crocodiles was movement behavior pattern (30.94%), pattern of sunbathing/resting behavior (28.68%), patterns of social behavior (24.59%), eating behavior pattern (15.77%) and the lowest behavior pattern is mating behavior pattern (0%).


Keywords


Analisis; perilaku; buaya muara

Full Text:

PDF

References


Abdullah. 2010. Kajian Pemanfaatan Kebun Binatang Mini Jantho Sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi. Jurnal Biologi Edukasi. 2 (2): 67-72.

Britton, A. 2002. Crocodylus porosus (Schneider, 1801). Diakses tanggal 6 Juli 2021. http://www.flmnh.ufl.edu/cnch/csp-cpor.htm.

Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. J., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V. & Jackson, R. B. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Kartika, R. 2013. Ekologi Buaya Muara (Crocodylus porosus). Universitas Negeri Padang.

Larisha, C., Herdiana, I., Gunaryadi, D. & Elfidasari, D. 2016. Perilaku dan Pola Asuh Induk (Parental Care) Terhadap Anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Margasatwa Ragunan. Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi. 3 (4).

Mc Diarmid, R. W., Foster, M. S., Guyer, C., Gibbons, I. W., & Chernoffe, N. 2012. Reptile Biodiversity Standard Methods for Inventory and Monitoring. California: Universitas of California Press.

Molleong, L. J. 2013. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Moro, H. K. E., N, H., R, T., & Lestariningsih. 2017. Perilaku Reptilia Ketika Gerhana Matahari Parsial di PASTY Yogyakarta. Biotropic. 1 (2): 37-40.

Pina, C. & Larriera, A. 2002. Caiman Latiorostris Growth: the effect of a management technique on the supplied temperature. Short Communication. Aquaculture. 211: 387-392.

Poletta, G.L., Larriera, A. dan Siroski, P.A. 2008. Broad Snouted Caiman (Caiman latirostris) Growth Under Different Rearing Densities. Short Communication. Aquaculture. 2810: 264-266

Ratnani, B. 2007. Analisis Manajemen Penangkaran Buaya Pada PT. Ekanindya Karsa di Cikande, Kabupaten Banten. Bogor Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Bogor: Skripsi Institut Pertanian Bogor. Diterbitkan.

Ripai, A. & Kamarubayana, L. 2016. Penangkaran Buaya Muara (Crocodylus porosus) di PT. Makmur Abadi Permai Samarinda Kalimantan Timur. Jurnal Agrifor. xv (2).

Ross, C. A. 1989. Crocodiles and Alligators. Factson Files. New York. Pp. 76-153.

Saputro, M. B., Rifaniani, S., & Siahaan, S. 2020. Studi Habitat Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) di Sungai Sekonyer Taman Nasional Tanjung Putting Kalimantan Tengah. Jurnal Hutan Lestari. 8 (1): 145-155.

Seebacher, F. & Murray, S. A. 2007. Transient Receptor Potential Ion Channels Control Thermoregulatory Behaviour in Reptiles. Pos One. 2 (3): e281.

Setio, P. I., Muharromi, A. F., Prihantono, S., Qurniawan, T. F., Nugraha, A. P. & Epilurrahman, R. 2010. Perilaku Harian Buaya Muara (Crocodylus porosus, Schneider 1801) di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja. Biota. 15 (2): 188-194.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung RAD. Bandung: Alfa Beta.

Sumarto, S. & Koneri, R. 2016. Ekologi Hewan. Bandung: CV. Patra Media Grafindo.

Wakhid, A. 2010. Studi ekologi biawak (Varanus salvator) di Pulau Biawak. Fauna Indonesia. 9 (1).

Winarno, G. D. & Harianto, S. P. 2018. Perilaku Satwa Liar (ETHOLOGY). Bandar Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja.




DOI: https://doi.org/10.25134/quagga.v14i1.4796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi

ISSN 1907-3089 (print), ISSN 2651-5869 (online)

Organized by Biological Education Study Program, Faculty of Teachers Training and Education, Universitas Kuningan, Indonesia.

Website : https://journal.uniku.ac.id/index.php/quagga/index

Email : [email protected]

Address : Jalan Cut Nyak Dhien No.36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.


View My Stats

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.