NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “SOBRAT” KARYA ARTHUR S. NALAN (Sebuah Kajian Perspektif Akhlak Islam ditinjau dari Tema, Karakter Tokoh, Konflik, dan Amanat)

Sun Suntini

Sari


Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 2) bagaimanakah karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 3) bagaimanakah konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 4) bagaimanakah amanat dalam naskah drama ”Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 5) bagaimanakah nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) ingin mengetahui tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 2) ingin mengetahui karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 3) ingin mengetahui konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan; 4) ingin mengetahui amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 5) ingin mengetahui nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini adalah teknik pemerolehan data (studi kepustakaan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini adalah naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Sampel dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik tema, tokoh dan karakter tokoh, konflik dan amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Simpulan : 1) tema dalam naskah drama “Sobrat” adalah kegagalan manusia dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya; 2) Karakter tokoh Sobrat dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, hormat pada ibu dan sayang pada sesama tapi kemudian mengalami pergeseran menjadi jahat. Karakter tokoh Rasminah dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, lugu, dan pasrah pada kenyataan. Karakter tokoh Inang dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter tokoh Mongkleng dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Surobromo dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Mandor Bokop dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji. Karakter Mandor Burik dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji dan kejam. Karakter Silbi dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat ; 3) Konflik dalam naskah drama “Sobrat” adalah sebagai berikut. (1) Konflik batin Sobrat adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik berakhir dengan penyesalan Sobrat karena meninggalkan ibunya. (2) Konflik Sobrat dengan para mandor adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik Sobrat dengan para mandor berakhir dengan takluknya para mandor kepada Sobrat. (3) Konflik Sobrat dengan Silbi adalah konflik mendekat-menjauh (konflik fisik). Konflik Sobrat dengan Silbi berakhir dengan kebutaan dan ketulian Sobrat. (4) Konflik Sobrat dengan moral adalah konflik menjauh-mendekat. Konflik berakhir dengan kembalinya Sobrat kepada ajaran agama Islam; 4) Amanat dalam naskah drama “Sobrat” adalah menuruti perintah orangtua, jangan menuruti hawa nafsu, jangan menyekutukan Tuhan, hindari perjudian dan perzinahan, bertawakal atas ujian yang diberikan, selalu bersyabar, bersyukur, dan berdoa; 5) Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak terpuji adalah menauhidkan Allah, bersabar dan bersyukur, menuruti perintah orang tua, berbuat baik dan suka menolong sesama. Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” akhlak tercela adalah menyekutukan Tuhan, melakukan perjudian dan perzinahan, tidak menuruti nasihat orangtua, berbohong, berlaku keji, sombong, tidak menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, tidak mencintai perdamaian, menganiaya hewan.
Kata Kunci : Nilai moral, unsur intrinsic, naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anwar, Rosihon. 2008. Akidah Akhlak. Bandung : Pustaka Setia.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Budianta, Melani, dkk. 2006. Membaca Sastra. Magelang : IndonesiaTera.

Darma, Budi. 2007. Bahasa, Sastra, dan Budi Darma. Surabaya : JP Books.

--------------. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Darsono, dan Ibrahim, T. 2004. Membangun Akidah dan Akhlak. Solo : Tiga Serangkai.

Esten, Mursal. 2000. Kesusastraan : Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung : Angkasa.

Falih, Ashadi, dkk. 1985. Akhlak Membentuk Pribadi Muslim. Semarang : CV. Aneka Ilmu.

Heryadi, edi. 2007. Kemahiran Mengarang (Teori dan Pembelajaran). Tasikmalaya : Universitas Siliwangi.

Muhammad, Maulana. 2001. Fadhail Amal. Bandung : Pustaka Ramadhan

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Nusantara, A. Ariobimo (ed). 2005. 5 Naskah Drama Pemenang Sayembara DKJ 2003. Jakarta : Grasindo.

Pradotokusumo, Partini Sardjono. 2005. Pengkajian Sastra. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Ridwan, Iwan. 2005. Akidah Akhlak Untuk Siswa MTs. Bandung : Angkasa

Sugiantomas, Aan. 1998. Kajian Drama (Materi perkuliahan). Kuningan : Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia STKIP Kuningan.

Sugiantomas, Aan. 1998. Apresiasi Drama (Materi perkuliahan). Kuningan : Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia STKIP Kuningan.

Sugiantomas, Aan. 2002. Langkah Awal Menuju Apresiasi Sastra Indonesia (Materi Perkuliahan). Kuningan : Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia STKIP Kuningan.

Sya‟rawi, Mutawalli Asy. 1992. Anda Bertanya Islam Menjawab (Jilid 1 – 5). Jakarta : Gema Insani Press.

Tim Penerjemah dan Penafsir Alquran. 1989. Alquran dan Terjemahannya. Jakarta : Departemen Agama.

Wellek, Renne & Warren Austin. 1989. Teori kesusastraan. Terj Melani Budianta. Jakarta : Gramedia.

Ya‟qub, Hamzah. 1983. Etika Islam. Bandung : CV. Diponegoro.

Zaidan, Abdul Rozak dkk. 2004. Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Balai Pustaka.




DOI: https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v4i1.175

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.copyrightStatement##



Jurnal Indeks

Aplikasi pendukung

View My Stats