CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN DALAM KI DAN KD PADA STANDAR ISI SMA KELAS XII KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA WAJIB DAN PEMINATAN
Abstrak
Penelitian ini tentang Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD pada Standar Isi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib?; 2) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan? Tujuan Penelitian: 1) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib; 2) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan. Metode: deskriptif kualitatif. Teknik: teknik pemerolehan data (studi pustaka, observasi, dokumentasi, objek penelitian) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi: standar isi SMA yang mengacu pada kurikulum 2013. Sampel: Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan dari keseluruhan standar isi yang ada. Simpulan: 1) berdasarkan hasil analisis, Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib yang lebih mendominasi adalah aspek berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik, dalam hal ini berfungsi sebagai penunjang dalam proses penyampaian informasi. Sedangkan, pada ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu puisi lama (pantun), prosa fiksi baru (cerita pendek), prosa fiksi lama (cerita ulang), dan drama. 2) Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan yang paling mendominasi adalah aspek keterampilan berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik. Sedangkan ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu novel (prosa fiksi baru), prosa fiksi baru (cerita pendek), dan drama.Kata kunci : KI-KD wajib dan peminatan, keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, kesastraan.
Referensi
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses . Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. (2009). Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Heryadi, Dedi. (2013). Mengenal Kurikulum 2013: Modul Seminar Kurikulum 2013. Kuningan. UNIKU
Heryadi, Dedi. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Pustaka Billah.
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia
Muslich, Masnur. (2012). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi BaHasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Mutiadi, Ahmad Dedi. (2011). Menyimak & Pengajarannya. Kuningan: Universitas Kuningan
Mulyasa, E. (2013). Penembangan dan Implementasi Kurikulum 2013: Perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 merupakan persoalan penting dan genting. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, Burhan. (1995). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Ramlan. (1997). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskrptif. Yogyakarta: CV. Karyono
Ramlan. (1987). Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono
Rozak Zaidan, Abdul. Dkk. (2007). Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka
Sanjaya, Wina. (2010). KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Sidu, La Ode. (2013). Sintaksis Bahasa Indonesia. Kendari: Unhalu Pres
Sugiantomas, Aan. (2012). Kajian Prosa Fiksi dan Drama: materi perkuliahan. Kuningan: Universitas Kuningan.
Sugiantomas, Aan. (2010). Langkah Awal Menuju Apresiasi Sastra. Kuningan: Universitas Kuninngan
Syaodih, Sukmadinata Nana. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. (2008). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry GUntur. (2008). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry Guntur. (2009). Pengajaran Morfologi. Bandung: Angkasa
Pidarta, Made. (2007). Landasan Pendidikan: Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
http://www.pendidikan-diy.go.id/file/mendiknas/kurikulum-2013-kompetensi-dasar-sma-ver-3-3-2013.pdf
http://urip.files.wordpress.com/2012/11/standar proses presentasi-draft-kurikulum-2013-baru.pdf
Penulis yang menerbitkan artikel dalam Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta artikel dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah lisensi CC-BY-SA atau The Creative Commons Attribution - Share Alike Licence.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.