FENOMENA BAHASA RESMI DALAM DOMAIN PENDIDIKAN
Abstrak
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi tutur dalam pemakaian bahasa resmi pada domain pendidikan. Untuk memenuhi tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tiga video dari situs jejaring youtube yaitu; Pertama youtube Mwira Albarizi yang berjudul Juara 2 Video Pembelajaran Bahasa Indonesia SMPN Banjit. Kedua, youtube SDN 1 Pringsewu Selatan yang berjudul Video Rapat Dewan Guru SD Negeri 1 Pringsewu Selatan. Ketiga, youtube Yoga 17 yang berjudul Contoh Video Negosiasi (Tugas Bahasa Indonesia) X MIPA 2. Data penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang diucapkan oleh penutur dan mitra tutur yang ada dalam tanyangan video. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak-cata. Teknik analisis data yang digunkan dalam penelitian ini yaitu (1) penyajian data, (2) reduksi data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemakaian bahasa resmi pada domain pendidikan ditentukan dari tiga situasi yakni, hubungan peran, tempat peristiwa tutur, dan topik pembicaraan. Dalam pemakaian bahasa resmi pada domain pendidikan hubungan peran ini terjadi pada pendidik dengan peserta didik, kepala sekolah dengan dewan guru, dan antar teman. Tempat peristiwa tutur terjadi dalam domain pendidikan, seperti di dalam kelas, di ruang rapat, dan di lingkugan sekolah. Topik pembicaraan yang ditemukan sudah sesuai dengan pemakaian bahasa resmi dalam ranah pendidikan.
KATA KUNCI: Bahasa Resmi; Domain Pendidikan; Sosiolinguistik
THE OFFICIAL LANGUAGE PHENOMENON IN THE EDUCATION DOMAIN
ABSTRACT: This study aims to determine the situation of speech in the use use of official languages in the education domain. To fulfill that goal, this research uses descriptive research with a qualitative approach. The data source of this research is three videos from the youtube website namely; First, youtube Mwira Albarizi entitled Juara 2 Video Pembelajaran Bahasa Indonesia SMPN Banjit. Second, youtube SDN 1 Pringsewu Selatan entitled Video Rapat Dewan Guru SD Negeri 1 Pringsewu Selatan. Third, youtube Yoga 17 entitled Contoh Video Negosiasi (Tugas Bahasa Indonesia) X MIPA 2. The research data are in the form of words and sentences spoken by speakers and speech partners in the video. The technique of collecting data is done by listening-note it. Data analysis techniques used in this study are; (1) presenting data, (2) data reduction, and (3) drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of official language in the education domain is determined from three situations namely, the role relationship, the place off speech, and the topic conversation. In the use of official languages in the education domain this role relationship occurs in educators with students, principals with the teacher council, and between friends. The scene of the speech occur in the education domain, such as in classroom, in meeting rooms, and in school environments. The topic of conversation was found to be appropriate for the use of official languages in the education domain.
KEYWORDS: Official Language; Education Domain; Sociolinguistic##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Penulis yang menerbitkan artikel dalam Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta artikel dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah lisensi CC-BY-SA atau The Creative Commons Attribution - Share Alike Licence.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.